
Capres nomor urut 03, Prabowo Subianto di Balai Kartini, Jakarta Pusat. Foto M Julnis Firmansyah
Jakarta, tvrijakartanews - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali mengungkit kembali pemberian nilai rendah oleh capres nomor urut 01, Anies Baswedan. Dalam peristiwa yang terjadi pada debat ketiga Pilpres 2024 itu, Anies memberikan nilai 11/100 untuk Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo.
"Saya mengakui, loh, selama hidup saya sekolah di manah-mana. Saya pernah sekolah di Inggris, di Jerman, Swiss, Singapura, Malaysia, Amerika di Indonesia, belum pernah saya dapat nilai segitu. Jadi waktu itu dalam hati ya aku bilang, kejam kali kau," ujar Prabowo di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Januari 2024.
Prabowo mengakui dirinya shock ketika mendapat penilaian rendah tersebut. Namun, dirinya berkali-kali memikirkan ulang soal penilaian Anies yang dianggapnya tak memiliki dasar.
"Yang penting kalau orang Jakarta, bahasa Betawi jawabnya harusnya, emangnya lu sape?" kata Prabowo.
Bandingkan Debatnya dengan Jokowi
Dalam kesempatan itu, Prabowo membandingkan saat dirinya berdebat dengan Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019. Menurut dia, Jokowi juga menyerangnya dalam debat tersebut, namun Prabowo menerima serangan tersebut karena menganggap Jokowi benar.
"Jadi ada yang marah tim saya setelah debat dengan Pak Jokowi, 'Bapak, kok, gitu, Pak'. Kalau pendapatnya Pak Jokowi benar, masa saya menentang?" kata Prabowo menirukan obrolan dengan timnya saat itu.
Namun untuk debat kemarin, Prabowo menyebut Anies banyak mengarang dan memaparkan data yang tidak benar alias mengarang Sehingga, dirinya merasa tersinggung dan harus menyanggah.
"Apalagi ini datanya ga bener, ya, sudah lah yang lewat-lewat saja. Sorry, yee. Jadi saudara-saudara, saya ndak apa-apa dikasih nilai rendah, enggak apa-apa. Itikad baik saya berbuat baik, kan begitu saja," kata Prabowo.
Pemberian nilai rendah kepada Prabowo ini terjadi Anies Baswedan bertanya kepada Ganjar Pranowo ihwal penilaiannya kepada Kemenhan saat dipimpin Prabowo Subianto. Anies menyebut Ganjar sebelumnya pernah memberikan nilai lima untuk indeks demokrasi di Indonesia.
"Lima juga (nilai Kemenhan). Saya punya datanya dan kemudian akan saya sampaikan," ujar Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu memaparkan alasannya memberikan nilai rendah terhadap Kemenhan. Menurut dia, sistem perencanaan seharusnya tidak bisa diganti-ganti, tetapi harus konsisten dengan yang telah dijalankan. Misalnya soal ketiga matra yang harus memperhatikan bagaimana kondisi di bawah.
’’Kita mesti mendengarkan dari seluruh matra maka perencanaannya harus buttom-up,” tegas Ganjar.
Ganjar juga bertanya ke Anies berapa skor yang diberikan oleh capres nomor urut 01 itu. Ganjar meminta Anies agar tegas, tidak takut untuk menyebut berapa angka tersebut. "Pak Anies jangan takut, harus tegas," kata Ganjar.
Merespons itu, Anies menyebut bahwa skor 5 terlalu tinggi. ’’Skornya justru di bawah lima, kalau lima itu ketinggian Pak Ganjar. Penilaiannya 11 dari 100," seru Anies.

