
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Istana Kepresidenan. Foto: M Julnis Firmansyah
Jakarta, tvrijakartanews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan penyelenggaraan acara olahraga tingkat internasional untuk diselenggarakan pada 2025.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, Jokowi mengarahkan acara olahraga tingkat internasional itu dikemas dalam bentuk wisata olahraga (sport tourism).
"Kita mendapat arahan di rapat internal untuk menyiapkan event-event olahraga tingkat dunia atau internasional untuk tahun 2025 dan arahannya adalah mendatangkan event olahraga berkualitas dalam bingkai sport Tourism," kata Sandiaga di Kompleks Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (10/7/2024).
Berdasarkan hasil rapat terbatas di Istana, Sandiaga mengatakan, ada sejumlah usulan acara olahraga yang bisa digelar di Indonesia, di antaranya World Surfer League, MotoGP, MXGP, F1 Powerboat, Aquabike, UFC hingga Gymnastic atau kompetisi senam sedunia.
Menurut dia, ajang olahraga itu diusulkan untuk diselenggarakan di Jakarta dan beberapa kota lainnya.
Sandiaga menambahkan, hal yang menarik adalah pemerintah telah mengusulkan tujuh titik lokasi penyelenggaraan acara World Surfer League. Mengingat, Indonesia dikenal memiliki keindahan pantai dengan ombaknya yang terbaik di dunia.
"Kan Indonesia terkenal memiliki keindahan pantai dengan ombak kiri dan kanan yang terbaik di dunia. Jadi, nanti akan disebar di tujuh lokasi, yang tentunya nanti akan dipusatkan di beberapa daerah menjadi sebuah festival," ucap dia.
Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan, pemerintah juga telah memutuskan penyelenggaran acara olahraga otomotif, seperti MotoGP dan MXGP terpusat di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kami juga usulkan MotoGP dan MXGP membuat NTB, bukan hanya Mandalika sebagai destinasi super prioritas tapi juga memusatkan kepada olahraga otomotif tingkat dunia," ucap Sandiaga.
"Itu yang tadi diputuskan di rapat internal," tambah dia.
Kendati begitu, Sandiaga mengungkapkan estimasi biaya yang diperlukan untuk menyelengarakan acara olahraga tingkat internasional adalah Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.
Namun, ia menekankan, estimasi biasa itu masih perlu dihitung agar tak memberatkan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2025.
"Seperti kita ketahui, ruang fiskal kita terbatas dan sedang diupayakan lebih fleksibel di 2025 untuk menghadapi tantangan-tantangan ekonomi. (Memang) event-event internasional ini betul menggerakkan ekonomi tapi harus dipastikan penyelenggaraannya seefisien mungkin dan seefektif mungkin," imbuh dia.

